Konsep Inti Pemasaran Beserta Penerapannya Untuk Bisnis

Salah satu kegiatan yang perlu diperhatikan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis adalah konsep inti pemasaran yang ada hubungannya langsung dengan konsumen atau pelanggan. Dibanding dengan penjualan, pemasaran sendiri memiliki artian yang lebih luas. 

Tujuan pemasaran berhasil dicapai dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan nantinya, namun apabila tidak dilakukan dengan baik akan menimbulkan kerugian di kemudian hari. Oleh karena itu perusahaan harus memahami konsep inti pemasaran itu sendiri.

Daftar Isi

7 Konsep Inti Dalam Pemasaran yang Wajib Diketahui

1. Produk

Produk yang dihasilkan sebuah perusahaan ini bisa dalam bentuk barang, jasa hingga gagasan. Konsep ini harus menjadi perhatian utama para pengusaha, pasalnya produk yang dihasilkan tersebut akan dilihat serta dapat ditawarkan secara tepat dari segi komunikasi, media dan target. 

Tak jarang perusahaan melupakan bahwa jasa dan gagasan merupakan bagian dari inti konsep pemasaran yang menjadi penentuan keberhasilan suatu perusahaan mencapai tujuannya. Sehingga perlu diperhatikan kembali apa yang dibutuhkan konsumen berdasarkan perbedaan produk tersebut.

2. Kebutuhan, Keinginan Serta Permintaan

Poin selanjutnya terkait konsep pemasaran adalah mengenai kebutuhan, keinginan serta permintaan  yang harus dibedakan pemahamannya. Kebutuhan sendiri sesuatu mendasar yang harus dipenuhi. Poin ini tidak diciptakan oleh pasar tapi datang dari diri seseorang untuk memenuhi hidupnya. 

Sedangkan keinginan merupakan rasa ingin memuaskan sisi lain orang dengan bentuk tak harus berupa objek, misalnya berlibur. Terakhir adalah permintaan yang bisa saja berasal dari keinginan hingga kebutuhan orang dan mampu untuk membelinya, sehingga tak banyak permintaannya. 

3. Nilai, Biaya dan Kepuasan Konsumen

Konsumen memutuskan membeli suatu produk tidak hanya didasari terkait harga barang serta jasa itu sendiri. Ada beberapa hal yang memiliki faktor pertimbangannya, yaitu nilai yang terkandung di dalamnya, serta kepuasan pelanggan terhadap suatu barang serta jasa tersebut. 

Kepuasan pelanggan sendiri merupakan salah satu bagian yang susah untuk ditakar dalam konsep pemasaran, pasalnya sifat produk atau jasanya yang subjektif dan cenderung terbawa oleh gaya hidup. Makin tinggi standarnya, maka level kepuasannya akan makin sulit untuk dipenuhi. 

4. Transaksi

Konsep inti pemasaran yang selanjutnya adalah pertukaran atau transaksi yang bermula dari zaman dulu atau biasa disebut barter. Namun jaman dulu barter ini memiliki konsep menukar barang dengan barang lainnya, kini aktivitas tersebut sudah berubah menjadi proses jual beli atau transaksi.

Proses transaksi tersebut dipandang sebuah proses, bukan lagi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan semata. Pasalnya dalam sebuah transaksi terdapat adanya kesepakatan terkait jenis barang, jumlah serta harga yang harus dibayar dan harus dilakukan secara transparan. 

5. Jaringan atau Relasi

Memiliki relasi dengan berbagai pihak merupakan hal yang baik dalam perusahaan, membangun poin ini memerlukan adanya landasan kepercayaan serta sikap pelayanan satu sama lain. Hasil dari hubungan baik ini akan membuka relasi yang lebih luas terkait kerja sama bisnis kedepannya. 

Konsep ini dapat dipahami sebagai pihak pendukung untuk perusahaan di jangka panjang, meski hanya pendukung namun konsep satu ini dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya. Pemilik perusahaan tak bisa membatasi dirinya karena hal tersebut akan menutup adanya peluang bisnis. 

6. Pasar

Proses jual beli atau transaksi terjadi di satu tempat yang dinamakan pasar, baik online maupun offline. Pasar juga menjadi salah satu tempat yang memiliki hubungan erat dengan pasar secara langsung, Pasalnya di tempat ini aktivitas transaksi dan gagasan produk baru tercipta. 

Di era modern ini kini banyak berbagai macam pasar, menurut cakupan konsumen serta jenis-jenis produk yang ditawarkan. Seperti pasar digital yang merupakan tempat belanja online yang praktis, dan ada juga pasar fisik yang bisa dikelompokkan dari demografis, jenis produk yang ditawarkan.

7. Calon Konsumen

Konsep pemasaran sebelumnya harus dipahami oleh kedua pihak yang berperan dalam proses ini, yaitu pemasar serta calon konsumen. Pemasaran merupakan pihak yang mencari calon konsumen lebih dari satu orang sehingga terciptanya penawaran produk dan sebuah transaksi. 

Sedangkan calon konsumen merupakan pihak yang berperan melakukan kegiatan transaksi tersebut dan menjadi faktor potensial atau tidaknya dari kemampuan membeli sesuai dengan standar yang dimilikinya. Hal ini juga berhubungan dengan kepuasan pelanggan untuk membeli suatu produk. 

Penerapan Konsep Pemasaran di Dunia Bisnis

Kini pemasaran hingga transaksi jual beli tak hanya dilakukan di dunia nyata, namun juga di dunia maya atau digital. Perusahaan harus melek digital dengan adanya kemajuan teknologi yang tengah berkembang saat ini, bersama tim mencakup pemasaran di pasar dan lingkup yang lebih luas. 

Meski berubah ke digital, konsep pemasaran tidak berubah, dari tujuh poin di atas, hanya ada perlu pengembangan dan perluasan dari sebelumnya. Tujuh poin di atas hanya merupakan sebuah dasar aktivitas pemasaran yang nantinya bisa dikembangkan kembali sesuai dengan medianya. 

  • Komunikasi Dua Arah

Penerapan konsep tujuh poin di atas memerlukan adanya komunikasi dua arah yang fokusnya merupakan komunikasi timbal balik antara penjual dan pembeli yang interaksi seputar penawaran produk sehingga interaksi dan komunikasi inilah yang akan terciptanya transaksi. 

Dengan adanya interaksi tersebut, penjual menjadi lebih dekat dengan konsumen, hal ini dinilai menjadi salah satu relasi dan pelayanan penjual terhadap produk yang ditawarkan. Dengan cara ini penjual juga tidak akan kehilangan pembeli yang berpotensial akan membeli produknya. 

  • Memanfaatkan Media Sosial

Dibandingkan dengan pasar atau pemasaran konvensional, pemanfaatan media sosial kini menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan para penjual untuk lebih aktif memasarkan produknya. Kalau dahulu kegiatan ini menggunakan media koran, majalah, kini media sosial sangat berperan aktif. 

Selain praktis, adanya media sosial ini membuat pemasaran menghemat budget karena kegiatan pemasaran tersebut bisa dilakukan tanpa biaya. Keunggulan lainnya, media sosial juga dirasa sangat efektif untuk menyebarkan informasi, dan memahami tren yang begitu cepat berganti.

  • Pemilihan Media Digital

Saling berkaitan dengan pemanfaatan media sosial sebagai tempat untuk pemasaran sebuah produk, namun sebuah perusahaan harus memiliki ciri khas tersendiri dalam memasarkan produknya, termasuk memilih media digital apa yang akan digunakan pemasar. 

Divisi pemasaran harus memahami apabila penikmat media sosial sangat beragam, beda media sosial beda penggunanya, mulai dari usia, lokasi serta status sosialnya. Untuk itu, riset terkait media apa yang digunakan untuk memasarkan suatu produk juga harus lebih diperhatikan kembali. 

  • Kolaborasi

Bertahan di tengah pesaing yang begitu banyak memang tak mudah ditambah lagi dengan era digital yang tren yang bergulir begitu cepat. Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi dengan partner yang mampu diajak untuk berjalan bersama. 

Namun jangan asal memilih partner kolaborasi, karena ini juga mempengaruhi produk yang bisa saja menghancurkan reputasi produk serta image perusahaan yang sudah dibangun sebelumnya. 

Itulah tadi konsep inti pemasaran yang harus diperhatikan para pengusaha dan memanfaatkan. peluang tersebut untuk mengembangkan produknya. Serta beberapa penerapan pemasaran yang bisa menjadi dasar para pengusaha dan pemasar untuk mencapai tujuan utama.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments