Pengertian Skema Ponzi, Penipuan Berkedok Investasi

Di era modern seperti ini banyak dijumpai kasus penipuan yang berkedok investasi. Salah satu kasus penipuan yang berkedok investasi yaitu dengan memakai cara skema ponzi ketika melakukan aksinya. Skema ini bukan suatu hal yang baru tetapi masih banyak orang yang terbuai dengan investasi bodong seperti ini. Disini akan dibahas mulai dari pengertian skema ponzi dan semua hal yang berhubungan dengan skema ponzi untuk itu simak sampai habis.

Daftar Isi

Pengertian Skema Ponzi Dan Cara Kerjanya

Melakukan investasi adalah sebuah hal yang dilakukan agar mendapat masa depan yang lebih bagus nantinya. Karena pentingnya bahkan ada banyak perusahaan yang menawarkan berbagai macam bentuk investasi. Namun yang disayangkan kesadaran pentingnya investasi tersebut tidak dibarengi dengan pengetahuan serta ketelitian akan investasi itu sendiri. Kebanyakan orang akan langsung tergiur karena hasil yang dijanjikan sangat besar.

Karena hal itulah banyak perusahaan bodong yang memanfaatkan ketidaktahuan orang itu untuk melakukan tindak kriminal seperti penipuan yang berkedok investasi. Maka dari itu sangat penting sekali untuk mengetahui semua hal yang berhubungan dengan investasi bodong salah satunya adalah skema ponzi.

Pengertian skema ponzi merupakan penipuan yang berkedok investasi yang biasanya memberi perjanjian keuntungan yang besar tetapi dengan minim resiko pada pemberi investasi. Skema ponzi ini diprakarsai oleh orang berkebangsaan Italia yang bernama Charles Ponzi. Dirinya pertama kali memakai skema ini untuk menipu banyak orang di tahun 1919.

Bahkan dia telah berhasil membuat banyak orang dirugikan karena tergiur melakukan investasi dengan hasil yang besar namun ternyata hanyalah penipuan. Hal ini bahkan membuat suatu kehebohan di kala itu sehingga nama ponzi ini menjadi nama dari skema itu.

Investasi ini melakukan penipuannya dengan didasari perputaran uang antar anggotanya sendiri. Uang tersebut terus ada didapatkan dari para investor yang baru dengan cara konstan. Sehingga uang tersebut akan diberikan pada para investor yang dulu. Jika aliran tersebut sampai habis maka semuanya akan berantakan.

Cara kerja dari skema ponzi ini yaitu para pengelola atau pimpinan perusahaan investasi yang menerapkan skema ponzi ini akan melakukan bujukan terhadap para investor baru dengan perjanjian mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang cepat.

Agar lebih tampak meyakinkan dan aman para pengelola perusahaan tersebut akan menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk meyakinkan para calon investornya. Mulai dari membuat sebuah kantor perusahaan sewaan, produk investasi yang tidak ada dan fasilitas lain yang dapat meyakinkan calon investor agar mau berinvestasi. Jika investor tersebut akhirnya percaya maka tentu saja akan memberikan uangnya untuk melakukan investasi bodong tersebut dengan harapan memiliki keuntungan yang besar.

Melakukan investasi yang berbasis skema ponzi seperti ini tidak akan mendapat keuntungan sama sekali. Uang yang diharapkan sebagai keuntungan tersebut yang dibagikan pada para anggota itu bukan uang hasil keuntungan dari investasi usaha. Melainkan uang investasi dari para anggota barunya. Bila tidak dijumpai investor yang baru maka skema ini akan berantakan dan tentu saja para anggota baru tersebut tidak akan mendapat keuntungan sama sekali.   

Ciri – Ciri Skema Ponzi

Sesudah dibahas tentang pengertian skema ponzi maka selanjutnya perlu diketahui ciri dari skema ponzi ini dijalankan. Sehingga Anda akan mengerti bahwa penawaran investasi yang berkedok penipuan dengan menerapkan skema ponzi. Di bawah ini ada berbagai ciri skema ponzi yang bisa Anda cermati sebagai berikut :

1. Menjanjikan Keuntungan Yang Banyak Tetapi Dengan Resiko Yang Kecil

Ciri yang paling bisa dilihat dalam skema ponzi yaitu penawaran keuntungan yang besar, umumnya keuntungan yang ditawarkan sebesar 30% hingga 100% setiap tahun nya dan minim resiko. Padahal jika dilihat dari jendela bisnis, bisnis dengan keuntungan yang besar tentu akan semakin besar resiko yang akan didapatkan. Jadi Anda perlu melakukan penggalian informasi bila ada yang menawarkan investasi dengan keuntungan besar tetapi minim resikonya.

Bila perusahaan bisa menjanjikan keuntungan pada investornya sebesar 30%. Ini artinya perusahaan harus bisa mendapatkan keuntungan bersih yang besar lebih dari 30%. Dan bila perusahaan tersebut bisa menghasilkan keuntungan yang besar lebih dari 30% dengan konsisten tentu pemilik perusahaan tersebut merupakan orang paling kaya yang ada di dunia ini.

2. Proses Bisnis Investasi Yang Kurang Jelas

Saat Anda ingin bertanya tentang pendapatan atau keuntungan tersebut dari mana sumbernya kepada para pelaku bisnis yang menerapkan skema ponzi maka Anda tidak akan mendapat penjelasan yang jelas. Biasanya mereka akan berbelit-belit ketika menjelaskannya bahkan proses dari uang investasi tersebut merupakan rahasia perusahaan.

Kadang kala Anda akan diposisikan sebagai orang yang istimewa. Sebagai orang paling beruntung karena memperoleh kesempatan dengan keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Bahkan pelaku akan menjelaskan bagaimana dirinya bisa menjadi kaya tetapi dengan usaha yang tidak diketahui banyak orang. Namun Anda masih tetap tidak mengerti jenis usaha dari pelaku tersebut.

Pasti Anda bertanya bagaimana orang dapat memutuskan untuk melakukan investasi bila tidak mengerti cara perusahaan investasi tersebut menghasilkan keuntungannya? Apa lagi bila pelaku perusahaan bodong ini menjelaskan tentang skema pendapatan keuntungan yang terlalu sulit untuk dimengerti para orang yang masih awam dalam dunia bisnis. Anda harus teliti dan berpikir lagi jika ada tawaran investasi yang hasil keuntungannya masih belum jelas dari sumber mana.

3. Produk Investasi Dari Luar Negeri

Kebanyakan perusahaan bodong yang menjalankan skema ponzi ini memberi produk dari tempat yang tidak dapat dijangkau para investornya, misalnya luar negeri. Investor yang mau melakukan investasi dan percaya biasanya orang yang jarang memiliki waktu atau tidak akan ke luar negeri untuk bisa mengecek kebenaran dari bisnis investasi yang diikutinya tersebut.

Jika dipikir bila produk dari luar negeri tersebut memang bagus, pastinya melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal yang besar. Bukan malah mengajak banyak orang untuk melakukan investasi ke perusahaannya. Untuk itu sebaiknya teliti kembali ketika memilih jenis investasi yang akan Anda ikuti dengan cara mengetahui informasi perusahaan dengan sangat detail. Apa sudah sesuai dengan ketentuan dari OJK atau tidak, Anda perlu yakin bahwa perusahaan tersebut memang sudah mendapat izin dari OJK.

4. Staff Marketing Mendapat Imbalan Sesudah Merekrut Orang

Seharusnya investasi sebuah produk bisnis yang diutamakan adalah hasil serta kualitas produk tersebut. Bukan hasil komisi dari cara perekrutan. Namun hal tersebut tidak berlaku bila perusahaan tersebut menerapkan skema ponzi. Maka sebaliknya, skema ponzi akan memberikan keuntungan kepada orang yang berhasil merekrut investor terbaru. Bahkan komisi yang didapatkan tersebut dapat mencapai sebesar 25% dari semua uang yang disepakati untuk investasi. Hal ini tentu bukan suatu hal yang wajar, maka Anda perlu mencarinya.

5. Ketika Investor Ingin Mengambil Investasinya Akan Dijanjikan Dengan Keuntungan Yang Lebih Tinggi

Hal yang paling tidak wajar selanjutnya saat menerapkan skema ponzi yaitu saat investor baru yang akan menarik uang investasinya akan diimingi bunga atau keuntungan investasi yang lebih besar. Berbagai hal akan dilakukan para pelaku supaya para investor baru tidak menarik uang investasinya tersebut. Sebab para pelaku tersebut tidak ingin mendapat kerugian dengan mengeluarkan uang beserta bunga yang besar pada investor baru tersebut.

Maka percaya saja bahwa investasi tersebut bukan hal yang wajar dan Anda perlu mencurigainya. Untuk itu Anda harus lebih teliti jika melihat investasi dengan ciri yang tidak wajar seperti ini.

6. Mengajak Para Investor Baru Dalam Acara Yang Mewah

Para pelaku skema ponzi ini akan melakukan banyak hal yang begitu meyakinkan hingga banyak orang ingin bergabung dan melakukan investasi bodong tersebut. Salah satu ciri yang paling umum adalah mereka akan mengundang Anda di sebuah acara yang mewah serta mengundang banyak calon investor baru agar mau ikut bergabung menjadi anggotanya.

Acara ini biasanya memiliki tujuan supaya para calon investor tersebut lebih yakin dengan investasi ini bisa memperoleh kekayaan dan kesuksesan dengan menjadi anggota perusahaanya. Lalu dalam acara tersebut juga menampilkan banyak orang yang sudah sukses dengan bergabung dan melakukan investasi tersebut.

Kenyataan yang perlu Anda tahu, bahwa orang yang diundang tersebut adalah orang yang memang disewa agar acara tersebut mendapat kelancaran dan sukses menggaet para investor barunya. Satu hal yang harus Anda ketahui untuk penerapan skema ponzi ini biasanya menyerang para orang yang sudah lanjut usia. Orang-orang yang sudah hampir mendekati waktu pensiun atau remaja yang baru saja lulus sekolah / kuliah.

Di atas merupakan ciri ciri perusahaan yang menawarkan investasi dengan skema ponzi yang perlu Anda tahu. Satu cara agar menghapus bisnis investasi bodong ini agar tidak memakan banyak korban yaitu bila Anda mengetahui bisnis yang mencurigakan dengan ciri seperti di atas sebaiknya untuk segera melaporkannya.

Saat Anda menjumpai banyak keanehan yang terjadi dengan ciri yang disebut di atas, maka sebaiknya laporkan segera ke pelayanan pengaduan OJK. Bila Anda cepat bertindak maka akan semakin sedikit orang yang tertipu dengan melakukan investasi bodong dengan cara seperti ini.

Contoh Skema Ponzi di Indonesia

Sebetulnya investasi dengan skema ponzi ini sudah banyak dilakukan bahkan di seluruh negara, salah satunya juga ada di Indonesia. Bukan dalam waktu dekat ini saja tetapi sudah ada dari tahun 1990 an. Di bawah ini akan disebut beberapa contoh perusahaan bisnis yang menerapkan skema ponzi yang ada di Indonesia sebagai berikut :

1. QSAR atau Qurnia Subur Alam Raya

PT QSAR Qurnia Subur Alam Raya
Sumber Gambar : liputan6.com

Kasus penipuan berkedok investasi pertama dilakukan oleh PT QSAR yang booming di tahun 1998. Bahkan kasus penipuan ini sempat membuat ramai dan menjadi perbincangan publik karena melibatkan beberapa tokoh pejabat salah satunya wakil presiden kala itu Hamzah Haz. Selain itu juga ada Ketua DPR Tosari Wijaya dan ketua MPR Amien Rais.

Pemilik perusahaan bodong ini adalah Ramli Araby yang dikenal sebagai orang yang mempunyai skill komunikasi yang baik dan dapat meyakinkan banyak orang dengan mudah. Perusahaan bodong ini bergerak dalam bidang agribisnis menuai pertumbuhan dengan cepat. Maka tidak kaget bila banyak pejabat yang ikut tergiur pada bisnis tersebut dan ikut memberi investasi bahkan juga menarik para investor barunya.

Dalam menjalankan bisnis bodong ini perusahaan telah memperoleh keuntungan sebesar Rp 480 miliar. Investasi ini mulai runtuh di tahun 2001 saat dana sudah mulai macet. Dan para investor baru tidak memperoleh keuntungan yang sudah dijanjikan.

Dan kasus ini telah berakhir saat ditangkapnya Ramly Araby sebagai pimpinan PT. QSAR oleh pihak kepolisian di tahun 2002 lalu dijatuhi hukuman penjara dalam waktu 8 tahun oleh pengadilan.

2. GTI atau Golden Traders Indonesia Syariah

GTI Golden Traders Syariah
Sumber Gambar : Tempo.co

Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan yang melakukan bisnis jual beli logam emas. Di tahun 2011 perusahaan ini telah memperoleh sertifikat halal dari MUI sehingga mengumumkan bahwa perusahaan ini berbasis syariah untuk melakukan investasi. Karena label tersebut membuat perusahaan ini semakin eksis menggaet para investor dari para orang yang menganut agama Islam.

Investasi ini menawarkan keuntungan sebesar 4,5% setiap bulannya. Tetapi ada syaratnya bahwa emas yang menjadi produk investasi akan disimpan ke perusahaan yang sebagai pihak ketika sampai kontrak selesai dan keuntungan tersebut dapat dicairkan oleh PT GTI. Tentu banyak orang yang tergiur untuk melakukan investasi bahkan perusahaan ini telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10 triliun.

Tetapi perusahaan bodong berlabel syariah ini tidak berjalan dengan lama waktu eksisnya hanya selama 2 tahun saja. Karena di tahun 2013 perusahaan telah mendapat masalah karena tidak bisa membayar keuntungan yang sudah dijanjikan kepada para anggotanya. Bahkan uang hasil investasi tersebut telah di bawa kabur pemilik perusahaan yaitu Ong Han Cun pergi ke luar negeri.

3. Abu Tours

Abu Tours and Travel

Perusahaan abal-abal ini kasus penipuannya hampir sama dengan first travel. Dengan bisnis umroh dan travel. Bisnis ini menawarkan biaya umroh dengan murah sehingga bisa menggaet sebanyak 80 ribu orang yang terdaftar menjadi anggotanya. Bahkan bisnis ini diyakini menelan kerugian lebih banyak dibandingkan kasus first travel yang lalu.

Modus yang dijanjikan dari perusahaan ini yaitu biaya umroh yang murah. Lalu para anggota yang terdaftar wajib memberi uang dengan tunai atau dengan cara mencicil dan dijanjikan bisa berangkat dalam kurun waktu tertentu. Banyak orang tergiur karena penawaran harga umroh murah tersebut dan akhirnya menyetorkan uangnya ke perusahaan ini.

Uang dari para anggota tersebut oleh perusahaan sebagian dipakai untuk memberangkatkan para anggotanya yang sudah lebih dulu menyetor uangnya umroh. Lalu sebagian uang yang telah masuk mereka putar untuk bisnis lainnya dan sebagian lagi dipakai untuk memberikan kemewahan oleh pemilik perusahaan.

Sebab bisnis yang lain tidak dapat berjalan dengan lancar, lalu uang sebagian yang harusnya untuk keberangkatan umroh dipakai foya-foya. Sedangkan uang dari para anggota baru tidak ada maka ada banyak anggota yang akhirnya tidak jadi berangkat umroh. 

Dengan masalah tersebut tentu bisnis ini menuai kehancurannya. Dan skema ponzi yang dijalankan oleh pemilik perusahaan akhirnya runtuh. Dan ditemukan kenyataan bahwa harga umroh yang murah tersebut merupakan subsidi dari para anggota yang mendaftar baru.

Demikian penjelasan tentang pengertian skema ponzi beserta hal-hal yang berhubungan dengan skema ini. Semoga informasi ini bisa membantu Anda agar tidak cepat tergiur dengan penawaran investasi yang memberikan keuntungan yang besar. Anda perlu menaruh curiga jika ada perusahaan yang memberi keuntungan besar tetapi produk bisnis masih belum jelas. Maka sudah dipastikan bahwa perusahaan tersebut menerapkan skema ponzi.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments