5 Perbedaan Manajer dan Wirausaha

Ada banyak istilah dalam bidang bisnis maupun profesional. Beberapa bahkan membuat mereka yang masih awam dalam bidang ini menjadi bingung. Salah satunya adalah perbedaan manajer dan wirausaha atau pengusaha. Keduanya nampak mirip bagi orang awam, padahal memiliki perbedaan yang besar.

Pengusaha dan manajer adalah dua role yang berbeda dan mungkin bisa saja ada di tempat yang berbeda pula. Keduanya memiliki tanggung jawab dan cakupan yang juga berbeda. Bagi Anda yang penasaran atau mungkin masih bingung dengan kedua istilah ini, berikut kami berikan jawabannya.

Daftar Isi

Perbedaan Manajer dan Wirausaha

1. Definisi

Pertama, mari kita bahas dari yang paling dasar dulu, yakni definisi. Secara definisi, terlihat jelas bahwa kedua peran ini memiliki perbedaan yang cukup jauh. 

Wirausahawan atau pengusaha adalah seseorang yang mendirikan bisnis atau perusahaan dengan mengambil resiko keuangan dengan harapan mendapatkan untung atau laba yang sebesar – besarnya. Jadi bisa dikatakan kalau wirausahawan adalah mereka yang mendirikan usaha mereka sendiri.

Sedangkan manajer adalah seseorang yang dilimpahkan tanggung jawab untuk mengelola atau mengendalikan sekelompok orang yang biasanya disebut staf untuk menjalankan operasional suatu perusahaan. Bahkan ada juga manajer yang bertanggung jawab pada operasional perusahaan.

Manajer yang demikian biasanya terdapat pada posisi yang tinggi atau perusahaan – perusahaan yang skalanya masih menengah ke bawah.

Jika dilihat secara keseluruhan, maka bisa dibilang wirausahawan memiliki sifat yang lebih independen karena dirinya langsung bertanggung jawab pada diri sendiri atas usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.

Sedangkan manajer umumnya masih memiliki atasan dan bergerak sesuai arahan, SOP, atau kontrak yang sudah tertera dan disetujui sebelumnya.

2. Bisnis

Kedua istilah ini memang erat kaitannya dengan bisnis, namun ada perbedaan mendasar antara pengusaha dan manajer jika ditinjau dari sisi bisnis. Sesuatu yang paling jelas menggambarkan seorang pengusaha adalah mereka menjalankan bisnis mereka sendiri. 

Mereka bertanggung jawab secara penuh atas apa yang terjadi pada semua aspek bisnis yang merek bangun dan jalankan.

Sedangkan manajer bekerja untuk bisnis orang lain dalam hal ini pemilik perusahaan. Mereka umumnya tidak bertanggung jawab atas keseluruhan perusahaan karena memang perusahaan tempat manajer bekerja umumnya sudah cukup besar dan tidak mungkin ditangani satu orang.

Manajer hanya akan bertanggung jawab pada suatu divisi tertentu dan memastikan divisi tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai SOP dan tujuan yang telah di-set sebelumnya. Misal manajer keuangan akan bertanggung jawab pada jalannya keuangan suatu perusahaan.

Dia tidak bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada divisi operasional, teknis, dan lain-lain.

3. Wewenang

Selanjutnya mari kita bahas dari segi wewenang. Masing – masing role ini tentu memiliki wewenang mereka sendiri pada bisnis yang dijalankan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seorang pengusaha atau wirausahawan memiliki wewenang penuh terhadap bisnis yang dijalankan.

Karena seorang pengusaha merupakan bos atau pemilik dari usaha mereka sendiri. Jadi dia berhak memutuskan langkah bisnis yang diambil demi kebaikan usahanya. Akan tetapi hal ini juga bisa berbeda jika seorang pengusaha berbisnis dengan orang lain.

Dalam hal ini ada sharing modal dan pengelolaan. Sehingga wewenang tidak lagi mutlak pada satu orang melainkan harus dipertimbangkan dengan pemilik yang lain. Akan tetapi tetap saja dapat disimpulkan bahwa pemilik usaha memiliki kendali penuh atas langkah bisnis yang akan diambil.

Berbeda dengan wirausaha yang terkesan bebas mengambil keputusan, manajer statusnya adalah karyawan yang memiliki banyak ikatan perjanjian dan jobdesk. Hal ini membuat manajer cenderung memiliki keterbatasan wewenang.

Wewenang manajer biasanya hanya terbatas pada divisinya saja. Dia berhak memutuskan apa saja yang ada pada divisinya demi kebaikan perusahaan. Tidak jarang beberapa keputusan penting juga harus didiskusikan dengan atasan atau bahkan pemilik perusahaan.

4. Gaji

Perbedaan wirausaha dan manajer selanjutnya bisa dilihat dari gaji. Bukan masalah nominal, akan tetapi kepastiannya. Seorang manajer biasanya sudah pasti nominal gajinya setiap bulan atau tahun sesuai dengan apa yang tertera di perjanjian kontrak kerja.

Perubahan jumlah gaji bisa saja terjadi atas dasar evaluasi performa dan diputuskan oleh para petinggi perusahaan. Hal ini membuat manajer bisa dibilang memiliki kepastian keuangan yang lebih baik karena gaji sudah pasti jumlahnya setiap bulan.

Hal ini tidak berlaku bagi wirausaha. Para pengusaha tidak memiliki kepastian gaji karena naik turun kondisi usaha yang mereka jalankan. Tidak ada jumlah pasti gaji wirausaha. Semua bergantung pada seberapa banyak yang bisa mereka hasilkan dari usaha yang mereka jalankan.

Jika berbicara jumlah, maka bisa saja wirausaha memiliki gaji yang melebihi gaji para manajer. Namun tergantung juga dimana manajer bekerja dan seberapa tinggi posisinya. Jadi untuk gaji, perbedaan bukan pada jumlah, tapi kepastiannya.

5. Risiko Keuangan

Perbedaan selanjutnya ada pada resiko keuangan. Seorang pengusaha akan memiliki resiko keuangan yang lebih tinggi. Mereka harus dan memang diharuskan mengambil resiko keuangan untuk mengembangkan bisnisnya.

Agar tidak terjerumus pada kerugian yang besar, maka mereka harus berjuang untuk mengelola bisnisnya dengan baik. Ini merupakan tantangan bagi para pengusaha. Itulah kenapa menjadi pengusaha tak jarang harus menyiapkan modal agar tidak mudah kalah ketika bisnis sedang drop.

Berbeda dengan manajer, manajer tidak menanggung resiko keuangan yang diderita oleh perusahaan. Mereka hanya akan menerima gaji dan bertanggung jawab pada tugasnya. Tidak ada resiko keuangan yang diambil membuat mereka tidak harus memikirkannya.

Apalagi perusahaan tempat manajer bekerja umumnya sudah berskala besar dan sudah memiliki kestabilan keuangan yang bagus.

6. Fokus

Fokus juga menjadi perbedaan manajer dan wirausaha yang lain. Mengapa demikian? Karena manajer dan pengusaha memiliki wewenang yang berbeda pada model bisnis mereka sehingga fokus mereka pun berbeda.

Seorang wirausaha yang langsung bertanggung jawab atas bisnisnya sendiri akan sangat berfokus pada perkembangan keseluruhan bisnis. Pengusaha harus memikirkan berbagai sektor bisnisnya agar terus berjalan dan menghasilkan.

Meskipun terkadang mereka sudah memiliki karyawan, tapi seringkali pengusaha masih harus terus campur tangan demi kebaikan bisnisnya.

Berbeda dengan manajer yang hanya akan fokus pada divisi yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka tidak perlu memikirkan divisi lain karena masing-masing divisi sudah memiliki manajer yang menangani. 

7. Pengelolaan

Seorang wirausaha memiliki tanggung jawab mengelola dan memantau semua operasional yang ada di usahanya. Sedangkan manajer bertanggung jawab mengelola apapun yang ada di divisi yang ditangani.

Misal seorang manajer teknis di sebuah perusahaan IT, maka dia akan bertanggung jawab atas apapun yang ada pada divisi tersebut. Seperti tenaga kerja atau staff, peralatan yang digunakan, teknologi yang digunakan, budget yang harus dianggarkan, dan lain-lain.

Kedua istilah ini mungkin terdengar sama bagi mereka yang baru mendengarnya. Namun perbedaan manajer dan wirausaha ternyata cukup mencolok jika kita telaah lebih jauh. 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro
Ads Blocker Terdeteksi!!!

Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Harap dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.

Terima Kasih :)

Refresh